Rhema Hari Ini

Minggu, 17 Agustus 2014

Orang Orang Pilihan Tuhan



Shalom...
Kis 9:15. Tetapi firman Tuhan kepadanya: "Pergilah,sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel."

Kadang kita tidak menyangka orang-orang pilihan Tuhan. Pilihan Tuhan berbeda dari apa yang bisa kita tebak. Pikiran manusia tentunya tidak akan pernah berpikir bahwa Saulus akhirnya akan menjadi salah satu Rasul-Nya Tuhan. Pasti pikiran kita sama seperti yang dipikirkan Ananias. Saulus?
Apa Tuhan ga salah nih memilih Saulus? Diakan seorang yang banyak melakukan kejahatan terhadap orang2 di Yerusalem. Namun apabila Tuhan sudah menetapkan, maka tak ada satu orangpun yang dapat menghindar dan menolaknya. Saudara jangan berpikir anda orang yang sangat berdosa sehingga tidak cocok dan tidak pantas untuk melakukan tugas mulia, amanat Agung Tuhan. Tuhan bisa saja memakai saudara, apapun masa lalu saudara.
Walaupun mata manusia memandang anda tidak pantas, namun tidak bagi Tuhan. Manusia melihat luar namun Tuhan melihat hati kita. Anda dan saya bisa saja dipilih Tuhan untuk bekerja diladang-Nya. Jadi jangan merasa berkecil hati karena ada sesuatu yang kelam dalam hidup saudara sehingga anda merasa tidak mungkin anda akan dipakai Tuhan.
Perbaiki hati, tinggalkan dosa masa lalu anda dan jangan pernah berbalik lagi kepada dosa lama saudara. Semerah apapun dosa kita, apabila kita mengakuinya dihadapan Tuhan dan mau meninggalkannya maka dosa kita akan dihapusNya menjadi putih seperti bulu domba.

O:)¥Є§♓ü∂ ♓∂♏∂§i∂ ߼Έ§§ γ({})ů <3

(SAS)

Jumat, 15 Agustus 2014

Pesan Tuhan dibalik Hari Hari Raya

PESAN TUHAN DIBALIK HARI-HARI RAYA (IMAMAT 23) Filed Under : Bible Secrets,Prophecies,Uncategorized by Abram Thio

Inilah waktunya bagi Jemaat TUHAN di akhir zaman, untuk memahami suatu rahasia penting yang terkandung dalam Hari-hari Raya yang TUHAN telah tetapkan. Barangsiapa bertelinga hendaklah ia mendengarkan apa yang ingin disampaikan Roh kepada jemaat-jemaat-Nya.

Di kitab Imamat Pasal 23 kita menemukan bahwa TUHAN menetapkan hari-hari raya yang harus selalu diperingati oleh bangsa Israel turun-temurun, dan hari-hari raya itu wajib diperingati setiap tahunnya pada tanggal yang tetap, tidak boleh diubah-ubah.
“Inilah hari-hari raya yang ditetapkan TUHAN, hari-hari pertemuan kudus, yang harus kamu maklumkan masing-masing pada waktunya yang tetap.”  (Ima 23:4).

TUJUH HARI RAYA YANG DITETAPKAN TUHAN
Ada tujuh hari raya yang ditetapkan untuk diperingati di kitab Imamat pasal 23, masing-masing disebutkan tanggalnya, kapan hari raya itu masing-masing harus diperingati setiap tahunnya, yaitu:
  1. Hari Raya Paskah (Pesach) – 14 Nissan
  2. Hari Raya Roti Tak Beragi (HaMatzot) – 15 Nissan
  3. Hari Raya Buah Sulung (Habikkurim) – 17 Nissan
  4. Hari Raya Pentakosta (Savuot) – 6 Sivan
  5. Hari Raya Sangkakala (Rosh Hashanah) – 1 Tishri
  6. Hari Raya Pendamaian (Yom Kippur) – 10 Tishri
  7. Hari Raya Pondok Daun (Sukkot) – 15 Tishri
Bila kita memperhatikan perintah ini terlihat sesuatu yang agak ganjil. Kita mengenal TUHAN kita bukanlah allah yang agamawi dan suka kita melakukan ritual-ritual tertentu, tetapi mengapa Ia memerintahkan kepada bangsa Israel untuk memperingati hari-hari yang tetap, bukan hanya mementingkan makna peringatannya? Tentu TUHAN punya suatu pesan yang penting dibalik perintah memperingati hari-hari itu secara tetap setiap tahun dari generasi ke generasi.
“Itulah hari-hari raya yang ditetapkan TUHAN, yang harus kamu maklumkan sebagai hari pertemuan kudus… itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya bagimu turun-temurun… ” (Ima 23:37-41)
HARI-HARI RAYA MERUPAKAN NUBUAT
Di Perjanjian Baru, Rasul Paulus menegaskan bahwa segala peraturan mengenai hari-hari raya sesungguhnya merupakan bayangan atau nubuat dari apa yang harus terjadi di masa mendatang, yang menubuatkan peristiwa-peristiwa berkaitan dengan Kristus di zaman akhir.
“Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus.” (Kol 2:16-17)
Dunia merayakan hari-hari raya untuk mengingat suatu peristiwa penting yang telah terjadi di masa lampau. Misalnya, setiap bangsa merayakan hari kemerdekaannya setiap tahun, untuk memperingati peristiwa bersejarah di masa lampau, yaitu ketika para pemimpin bangsa tersebut mendeklarasikan kemerdekaan negara mereka masing-masing.
Berbeda dengan itu, hari-hari raya yang ditetapkan Tuhan justru dimaksud untuk memperingatkan kita akan peristiwa-peristiwa penting yang akan terjadi di masa mendatang, dan peristiwa-peristiwa yang dimaksud adalah mengenai Kristus, kata Alkitab.

HARI-HARI RAYA YANG SUDAH DIGENAPI NUBUATNYA
Sebagai contoh, Hari Raya Pesach (Paskah Yahudi) yang biasa harus dirayakan dengan menyembelih anak domba, memang memperingati peristiwa pembubuhan darah anak domba pada jenang-jenang pintu rumah, untuk menyelamatkan orang Yahudi dari tulah maut yang menyerang anak-anak sulung di Mesir. Tetapi ternyata juga merupakan nubuat yang pada akhirnya digenapi oleh Kristus pada hari yang sama (tanggal 14 Nissan), ketika orang Yahudi memperingati hari raya itu, Yesus Kristus dibunuh sebagai korban penebus dosa umat manusia.
Begitu juga Hari Raya Roti Tak Beragi yang memperingati peristiwa di masa keluarnya bangsa israel dari Mesir membawa adonan roti tanpa ragi, sesungguhnya merupakan nubuat terbentuknya persekutuan orang-orang kudus. Setelah Yesus disalibkan, para murid mulai berkumpul di tempat yang terpisah dari orang banyak, semula mereka bermaksud bersembunyi karena takut tetapi berkembang menjadi suatu kumpulan besar dan menyebar luas menjadi gereja sampai ke seluruh dunia.
“Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.” (1Kor 5:7)
Hari Raya Buah Sulung (Habikkurim) juga merupakan nubuat bahwa pada tanggal 17 Nissan suatu saat akan diunjukkan Buah Yang Sulung. Hal ini digenapi pada tanggal yang sama dengan bangkit-Nya Kristus tiga hari setelah kematian-Nya. Yesus Kristus menjadi Yang Pertama yang bangkit dari kematian dan mengenakan tubuh sorgawi.
“Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal … tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya.” (1Kor 15:20-23)
Demikian pula Hari Raya Pentakosta Yahudi (Shavuot), Shavuot merupakan hari peringatan turunnya Sepuluh Hukum TUHAN yang tertulis pada dua loh batu sebagai pengikat Perjanjian antara bangsa Israel dan TUHAN. Tetapi Savuot juga sekaligus merupakan nubuat bahwa TUHAN akan memberikan hukum-hukum-Nya tertulis pada loh hati manusia, melalui karunia Roh Kudus yang akan dicurahkan kepada umat-Nya.
“Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.” (1Kor 15:20)
Hari Raya Pentakosta atau Shavuot yang diperingati lima puluh hari setelah Hari Raya Buah Sulung. Jatuh setiap tanggal 6 Shivan (bulan ketiga Yahudi). Nubuatnya digenapi tepat pada saat orang Yahudi merayakannya.
“Ketika tiba hari Pentakosta (Shavuot), semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus… ” (Kisah Rasul 2:1-4)
Empat hari raya yang pertama yang jatuh pada musim Semi (Spring) di atas, telah digenapi nubuatannya. Namun ada tiga hari raya lain yang selalu diperingati pada musim Gugur (Fall) belum digenapi, karena merupakan nubuat mengenai peristiwa Kristus di akhir zaman.

TIGA HARI RAYA TERAKHIR YANG BELUM DIGENAPI NUBUATNYA
Mari kita mempelajari apa yang dipesankan TUHAN lewat tiga hari raya yang terakhir di kitab Imamat pasal 23. Tiga hari raya ini ditetapkan dalam bulan yang sama yaitu pada bulan Tishri, bulan ke tujuh kalender Yahudi.
Pada tanggal Satu bulan Tishri ditetapkan TUHAN sebagai Hari Sangkakala/Serunai (Yom Teruah/Rosh Hashanah). Pada hari itu Sangkakala peringatan untuk berbalik kepada TUHAN dikumandangkan. Pada hari Sangkakala ini umat Yahudi memperingatinya dengan memulai Sepuluh Hari Masa Berbalik (Teshuvah) sampai hari raya Pendamaian.
Pada tanggal Sepuluh bulan Tishri ditetapkan TUHAN sebagai Hari Pendamaian dengan TUHAN (Yom Kippur). Yom Kippur adalah hari raya yang paling khusuk (solemn) bagi orang Yahudi, pada hari itu TUHAN memerintahkan semua orang untuk merendahkan diri di hadapan TUHAN. Orang Israel memperingati hari Yom Kippur dengan mendedikasikan diri sepanjang hari untuk mencari perkenanan TUHAN. Pada akhir hari Yom Kippur berakhirlah masa Sepuluh Hari Teshuvah dengan terjadinya Pendamaian. Pada saat itulah juga Tahun Yobel, Tahun Pembebasan akan diumumkan setiap 50 tahun sekali.
Pada tanggal Lima Belas bulan Tishri ditetapkan TUHAN sebagai Hari Raya Pondok Daun (Sukkot). Berbeda dengan dua hari raya yang mendahuluinya yang harus diperingati dengan prihatin dan khusuk, hari raya ini harus diperingati dengan penuh suka cita dan kegembiraan.
Pada Hari Raya Pondok Daun ini, orang-orang Israel diperintahkan ‘tinggal’ di pondok-pondok ranting dan dedaunan. Perhatikanlah bahwa hal ini sangat spesifik menyangkut ‘tempat tinggal’, ini membawa kita mengingat janji Kedatangan Tuhan Yesus kembali untuk menjemput kita adalah mengenai suatu tempat tinggal di Rumah Bapa yang akan Dia sediakan bagi kita orang percaya.
“Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.” (Yohanes 14:2-3)
Hari Raya Pondok Daun juga dikenal dengan sebutan lain, yaitu Hari Raya Pengumpulan Hasil/Penuaian Akhir (Chag Ha-Asif / The Feast of Ingathering). Orang-orang Israel biasa merayakan Sukkot ini sambil mengumpulkan hasil panen raya sampai malam hari, karena pada hari itu bulan akan mencapai purnama penuh (Tanggal 15 Tishri).
“…demikian juga hari raya pengumpulan hasil pada akhir tahun, apabila engkau mengumpulkan hasil usahamu dari ladang.” (Kel. 23:16b)
“Hari raya Pondok Daun haruslah kau rayakan tujuh hari lamanya, apabila engkau selesai mengumpulkan hasil tempat pengirikanmu dan tempat pemerasanmu.” (Ula 16:13)
Hal ini membuat kita mengerti bahwa Sukkot atau Hari Raya Pondok Daun merupakan nubuat berkaitan dengan Hari Kedatangan Tuhan kembali atau “Pengangkatan” orang percaya. Peristiwa “Pengangkatan” (Caught up) sering disebut juga sebagai peristiwa Pengumpulan (Gathering) yang dinubuatkan dengan Hari Raya Pengumpulan Hasil atau Hari Raya Pondok Daun ini.
“Tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus dan terhimpunnya (gathering – KJV) kita dengan Dia kami minta kepadamu, saudara-saudara…” (2 Tes 2:1)
Inilah waktunya untuk menyingkap rahasia ini kepada Jemaat Tuhan Yesus, yaitu bahwa peristiwa “Pengangkatan” orang percaya (Caught up) yang sering disebut juga sebagai peristiwa Rapture, akan terjadi pada saat yang sama ketika Hari Raya Pengumpulan Hasil atau Hari Raya Pondok Daun diperingati, yaitu pada tanggal 15 Tishri pada suatu saat yang tidak lama lagi.
Lalu, apa pesan dan nubuat yang terkandung dalam Hari Raya Sangkakala dan Hari Raya Pendamaian ?


Pesan Tuhan mengenai dua hari raya ini adalah agar kita melakukan “Teshuvah” atau “berbalik” setiap memasuki Tanggal 1 Tishri (Hari Raya Sangkakala atau Yom Teruah atau Rosh Hashanah), kita harus memperingatinya dengan melakukan Sepuluh Hari “Teshuvah” sampai Tanggal 10 Tishri (Hari Pendamaian atau Yom Kippur). Selama masa “Teshuvah” kita berbalik dari jalan kita yang melenceng dan kembali mendekatkan diri kita kepada TUHAN, sehingga pada hari raya Pondok Daun kita dapat menghadap Tuhan dengan penuh suka cita sebagai syarat memasuki Hari Raya Pondok Daun, sesuai perintah kitab Imamat.
“… kamu harus bersukaria di hadapan TUHAN, Allahmu, tujuh hari lamanya.” (Imamat 23:40)
“Teshuvah” inilah yang selalu disebut sebagai berjaga-jaga menjelang Kedatangan Tuhan. Kita harus berbalik sebelum Tuhan Yesus datang kembali, jika tidak kita tidak berada dalam keadaan layak untuk menghadap Dia.
“Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.”  (Lukas 21:36)

“TESHUVAH” DI TAHUN 2012
Tahun 2012 ini, Tanggal 1 Tishri (Hari Raya Sangkakala atau Yom Teruah atau Rosh Hashanah) akan jatuh pada tanggal 17 September 2012. Dan Tanggal 10 Tishri (Hari Pendamaian atau Yom Kippur) akan jatuh pada tanggal 27 September 2012. Marilah kita melakukan Sepuluh Hari “Teshuvah” selama sepuluh hari itu, marilah melakukannya setiap tahun. Niscaya setiap memasuki Hari Raya Pondok Daun Tanggal 15 Tishri (Tahun 2012 ini jatuh pada tanggal 1 Oktober), kita layak bersuka cita di hadapan Tuhan, demikian juga suatu saat (tidak lama lagi), Hari Tuhan itu benar-benar tiba, dapat menjadi hari yang paling membahagiakan bagi kita yang senantiasa berjaga-jaga.
“Lihatlah, Aku datang seperti pencuri. Berbahagialah dia, yang berjaga-jaga dan yang memperhatikan pakaiannya, supaya ia jangan berjalan dengan telanjang dan jangan kelihatan kemaluannya..” (Wahyu 16:15)

sumber : Houseofrevolution.com

Rabu, 13 Agustus 2014

Iri Hati itu "Pembunuh"



Bacaan : Daniel 6:1-28

Orang jujur akan dikenan dan dipakai dimana-mana. Tokoh Daniel yang terkenal dengan kejujuran dan kesalehannya membuat dia mendapat sebuah promosi yang tinggi oleh Raja Darius.
Raja Darius memilih Daniel sebagai salah satu pejabat penting dalam pemerintahannya. Dan Raja Darius sangat mengasihi Daniel. Orang-orang disekitar Daniel mulai timbul rasa iri didalam hati mereka sehingga timbul keinginan dan niat untuk menyingkirkan Daniel. Mereka mencari-cari cara dan upaya agar mereka dapat menemukan kesalahan-kesalahan Daniel untuk menjatuhkan Daniel dihadapan raja.
Namun mereka tidak berhasil menemukan kesalahan Daniel. Dan hal ini membuat mereka semakin marah. Karena rasa iri-lah yang mendorong mereka untuk membunuh Daniel dengan "tangan bersih".
Daniel adalah seorang yang mempunyai komitmen yang sangat tinggi, yang walaupun diperhadapkan oleh penguasa tertinggi didunia, namun Daniel bukanlah orang yang takut akan ancaman. Meskipun diancam untuk tidak menyembah Tuhannya namun Daniel tetap teguh untuk menyembah Allah-nya seperti yang biasa dia lakukan.
Orang yang "iri" tanpa disadari mereka sudah menjadi seorang "pembunuh". Didalam hati sudah timbul keinginan untuk menyingkirkan dan melenyapkan orang lain. Orang yang "iri" juga sudah "membunuh" karakter Kristus didalam dirinya. sebab buah Roh itu adalah "Kasih" bukan "Iri".

Iri hati membuat orang hatinya menjadi gelap sehingga dia tidak dapat lagi melihat kebaikan. hatinya sudah membabi buta sehingga dia akan melakukan berbagai cara untuk menyingkirkan seseorang.
Didalam alkitab kita juga mendengar kisah Kain dan Habel, dimana Kain karena rasa iri akhirnya mampu menjadi seorang pembunuh. Kain membunuh Habel saudaranya sendiri.
Juga dalam Kisah Ratu Esther, dimana tokoh "Haman" seorang yang gila hormat dan kekuasaan merasa iri kepada Mordekhai sehingga Haman merancangkan sesuatu yang jahat terhadap Mordekhai.
raja Saul pun juga berkali-kali ingin membunuh dan melenyapkan Daud karena iri hati.

Siapa yang menabur, dia akan menuai. Yang menabur kejahatan akan menuai hal yang jahat juga.
Orang-orang yang ingin menjebak dan mencelakan Daniel akhirnya mereka sendiri yang merasakannya.
Disangkanya Daniel akan mati tercabik-cabik didalam gua singa, namun akhirnya mereka sendirilah yang menjadi mangsa singa-singa yang kelaparan.
Haman juga merancangkan tiang gantungan untuk Mordekhai agar Mordekhai mati diatas tiang gantungan itu, namun akhirnya Haman sendirilah yang berada diatas tiang itu.

Jangan kita biarkan rasa iri itu semakin berakar didalam kehidupan kita, sebab tanpa disadari kita akan memiliki "karakter pembunuh". kita akan menjadi seorang pembunuh, bukan dengan pedang atau pisau namun dengan pikiran, tatapan dan perkataan-perkataan kita. Dan itu tidak hanya membunuh orang lain namun membunuh diri kita sendiri. Pikiran kita mulai timbul akar kepahitan dan berbagai macam pikiran-pikiran yang tidak menenangkan jiwa kita sehingga kita menjadi stress sendiri.
Jangan biarkan karakter Kain,Haman dan Saul ada didalam diri kita, namun kita harus semakin kuat membangun karakter Kristus didalam kehidupan kita.

Amsal mengatakan:  Hati yang tenang menyehatkan badan; iri hati bagaikan penyakit yang mematikan (Ams 14:30).

Yeshua Hamasia Bless us


(SAS)

Minggu, 10 Agustus 2014

Promosi dari Tuhan



Sungguh suatu kebanggaan apabila ditempat kerja kita, kita dipromosikan atasan kita untuk menduduki suatu jabatan yang lebih tinggi lagi. Tentulah promosi itu tidak datang begitu saja. Ada kriteria dan penilaian-penilaian yang dirangkum sehingga kita menjadi layak untuk dipromosikan. Dari kerja keras,disiplin,dedikasi dan loyalitas yang baik pada perusahaan sehingga kita dapat menerima yang terbaik. Bagaimana dengan Promosi yang ditawarkan Tuhan? Bukankah ini jauh lebih membanggakan lagi? Kala Tuhan mempromosikan diri kita tentunya juga berdasarkan dari kriteria dan penilaian-penilaian Tuhan terhadap kita. Apakah kita sudah cukup memiliki kriteria yg baik dihadapan Tuhan? Apakah kriteria-kriteria yg Tuhan kehendaki ? Yaitu :

1. Sangkal diri.
Kita membuang segala kedagingan kita. Kita keluar dari zona nyaman kita. Memilih melakukan hal yang jauh dari kebiasaan-kebiasaan lama kita
2. Pikul Salib.
Kita rela dan mau berkorban. Korban uang,waktu dan tenaga untuk melakukan segala kehendak Bapa
3. Intimasi dengan Allah
Orang yang dipromosikan pastilah harus mengadakan pendekatan dengan atasannya sehingga atasannya dapat mengenalnya dan melihat pekerjaannya, demikian juga kita harus mengadakan pendekatan atau memiliki relasi khusus dengan Allah sehingga Allah dapat mengenal qta dan melihat hasil dari buah-buah Roh kita.
4. Tau Firman
Sebelum melangkah, kita harus tau dulu peraturan atau pedoman yg berlaku pd suatu perusahaan. Sebagai orang kristen, kita memiliki sebuah pedoman,yaitu Firman Allah. Kita mesti tau isi dari Firman Allah tersbt yang akan menuntun kita untuk menjadi pelaku Firman.
5. Pelaku Firman
Bukan hanya sekedar baca dan tahu dan berhenti sampai disitu saja namun kita harus berjalan berdasarkan pedoman hidup kita. Kita harus menjadi pelaku firman, bukan hanya pendengar firman saja tetapi menjadi Pelaku Firman. Praktekkan apa yg menjadi teori dalam setiap isi dari firman tsb.
6. Kasih
Lakukan semua itu dengan ketulusan dan penuh kasih. Sebab tanpa Kasih, semuanya hanya bagai gong yang bergemerincing saja. Semuanya akan sia-sia saja.

Inilah kriteria-kriteria "Promosi Surga"

O:)¥Є§♓ü∂ ♓∂♏∂§i∂ ߼Έ§§ γ({})ů <3

(SAS)

Sabtu, 09 Agustus 2014

Minyak seorang Janda ( 2 Raja-raja 4 :1-7 )



Salah seorang dari istri-istri para nabi mengadukan halnya kepada Elisa, sambil berseru:"Hambamu, suamiku, sudah mati dan engkau ini tahu, bahwa hambamu ini takut akan Tuhan. tetapi sekarang,penagih hutang sudah datang untuk mengambil kedua orang anakku menjadi budaknya. Jawab Elisa kepadanya:"apakah yang dapat aku perbuatbagimu? beritahukanlah padaku apa-apa yang kamu punya dirumah!" Berkatalah perempuan itu: "Hambamu ini tidak punya sesuatu apapun dirumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak.". Lalu berkatalah Elisa:" pergilah, mintalah bejana-bejana dari luar, daripada segala tetanggamu,bejana-bejana kosong,tetapi jangan terlalu sedkit. kemudian masuklah, tutuplah pintu sesudah engka dan anak-anakmu masuk, lalu tuanglah minyak itu kedalam segala bejana. Mana yang penuh, angkatlah!" Pergilah perempuan itu daripadanya; ditutupnyalah pintu sesudah ia dan anak-anaknya masuk; dan anak-anaknya mendekatkan bejana-bejana kepadanya, sedang ia terus menuang.Ketika bejana-bejana itu sudah penuh,berkatalah perempuan itu kepada anaknya,:"dekatkanlah kepadaku sebuah bejana lagi," tetapi jawabnya kepada ibunya;"tidak ada lagi bejana" Lalu berhentilah minyak itu mengalir. kemudian pergilah perempuan itu memberitahukannya kepada abdi Allah, dan org ini berkata:" Pergilah, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu dan hiduplah dari lebihnya, engkau serta anak-anakmu.
Janda itu datang ke tempat yang benar. ke Hamba Allah, bukan kepada dukun atau paranormal. Tapi Tuhan tidak hanya akan memberi mujizat begitu saja, tapi Dia ingin kita punya usaha "DO SOMETHING" dulu baru mujizat itu diberikan. Janda itu disuruh berusaha untuk mencari bejana yang kosong, lalu disuruh wanita itu untuk pergi menjual minyak itu. Tuhan bisa saja langsung memberi uang tapi Tuhan ingin kita "DO SOMETHING " dulu. Kita berusaha dulu, maka mujizatNya akan menjadi nyata.
Di point selanjutnyamujizat terjadi dengan adanya persatuan dan kerjasama dalam kisah ini. Sang anak dan ibu satu kesatuan, sebuah team work, bekerja sama mancari bejana dan mengisi bejana yang kosong. Jadi tuk mendapat mujizat, kita tidak boleh egois, harus bisa bekerja sama dalam satu team work.
Mujizat terjadi jika kita menghargai mujizat itu.
Mujizat terjadi dengan kerendahan hati.
Jika saja sang janda itu gengsi untuk pergi minta-minta bejana kosong ke tetangga-tetangganya, maka dia tidak akan mendapat mujizat..
Mujizat akan terjadi, bila ada masalah. Jadi jangan takut kalau ada masalah karena ditengah-tengah masalah akan ada mujizat.
Tuhan memberkati.

By; S. Hoky

Jumat, 08 Agustus 2014

Moment To Build



Sebagai pengikut Kristus, kita harus senantiasa hidup didalam kasih Kristus sebagaimana Kristus sendiri telah memberikan "Grace"nya pada kita. Oleh sebab itu kita yang sudah menerima kasih Kristus maka kita wajib meng-impartasikan kepada yang lainnya. Gal 6:10 dikatakan mari saling membantu kepada siapa saja, terutama kepada kawan2 kita seiman.
Kita harus saling membangun karena :
1. Perintah Tuhan
Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan (1Tes 5:11)
-Tuhan menginginkan kita untuk saling menasihati, bukan saling menjatuhkan, bukan saling mencela, tetapi saling menasihati didalam Tuhan. Dan dengan saling menasihati, ada dorongan untuk saling membangun

2. Kita mengejar damai sejahtera.
Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun (Rom 14:19)
-Jika kita saling membantu, saling mendukung dan saling membangun pasti kita akan selalu mengalami damai sejahtera. Dengan menolong sesama kita akan merasa sukacita yang melimpah.

3. Ada kekuatan besar
Dari hari ke hari orang datang kepada Daud untuk membantu dia sehingga mereka menjadi tentara yang besar, seperti bala tentara Allah.(1 Taw 12:22)
Ketika Daud di Hebron menghadapi Saul, banyak suku2 yang membantu Daud. Mereka semua turun tangan dan saling membantu, saling membangun sehingga Daud menjadi kuat dan berhasil menjadi raja menggantikan Saul. Dengan adanya unity, satu kesatuan maka kekuatan kita menjadi besar.
Contoh sapu lidi. Jika dia bersatu dlm 1 ikatan, maka Τϊϑªќ mudah mematahkannya.
Karena itu marilah kita saling membangun didalam Kristus agar semua jemaat anggota tubuh Kristus dapat bersatu menjadi tubuh yang sempurna dimana Kristus yang menjadi kepalanya. YHbu

By : S.Hoky

Kamis, 07 Agustus 2014

Esther, sang Cinderella



Banyak tokoh-tokoh Alkitab yang saya kagumi. ada Bapa Abraham " Sahabat Allah ", Yusuf " Sipemimpi ", Ruth "menantu yang setia", dan Ether "cinderella zaman dulu". Kisah-kisah mereka sangatlah menarik. Saya sangat terkesan dengan semua kisah mereka. Esther, yang mulanya bukan siapa-siapa, akhirnya diangkat menjadi seorang ratu. seperti dongeng cinderella bukan?? Esther itu hanya seorang wanita biasa-biasa saja. Dia diasuh oleh pamannya, Mordekhai. Mordekhai bukanlah seorang yang kaya, mereka hidupnya biasa-biasa saja. Esther sangat patuh dan mau dengar-dengaran sehingga akhirnya dia dibawa masuk kedalam istana untuk di karantinakan (maklum, untuk pemilihan seorang ratu dan selir, mereka harus menjalani banyak tahap agar kelak pada saatnya mereka harus menghadap kaisar, mereka terlihat anggun dan wangi, jadi proses buat luluran, mandi wangi-wangian dan yang lainnya memakan waktu yang cukup lama). Dan saya amat sangat yakin, begitu banyaknya wanita dari segala kasta yang ikut masuk kedalam istana untuk dapat terpilih menjadi seorang ratu pengganti ratu Wasti yang dibuang oleh raja karena tidak patuh kepada panggilan raja.
Dari sekian banyaknya wanita-wanita yang terkumpul itu, pastilah banyak yang lebih cantik, lebih terpelajar dari Esther. Namun karena kepatuhan Esther, maka dia menjadi kesayangan sida-sida istana. akhirnya Esther terpilih untuk menggantikan Wasti untuk menjadi seorang ratu.
Setelah menjadi seorang ratu, Esther tidak menjadi lupa diri, tidak menjadi seperti kacang yang lupa akan kulitnya. Walaupun sudah menjadi seorang ratu, Esther tetap rendah hati.
Dia tetap mau dengar-dengaran dan tetap hormat kepada pamannya. bahkan sebagai seorang ratu yang sudah memiliki segalanya, harta, dan kekuasaan, Ratu Esther tetap mau berpuasa.
Sungguh Esther sangatlah bersahaja. Akankah kita bisa memiliki sikap seperti sang Ratu Esther?
inti dari semua tokoh-tokoh diatas adlh "Kerendahan hati dan Ketaatan". 2 kunci besar yang akan membawa banyak dampak positif bagi hidup kita. Mari kita mengikuti jejak mereka, yaitu mau merendahkan hati dan taat pada Kristus.
Haleluyah

By; S.Hoky